Ada Apa dengan SIM? Apa itu SIM Nembak?

#Berani benar berani bertindak!

#Diam Bukan Pilihan

images (3)

Ada Apa dengan SIM ? Apa itu SIM nembak?

pembuatan-sim-baru Bentuk Kartu SIM http://adminsim.blogspot.co.id/2015/12/belum-ada-layanan-pembuatan-sim-online.html

Dimulai dari apa itu SIM. Seperti yang sudah diketahui oleh semua orang bahwa SIM adalah salah satu berkas yang sangat penting untuk menjalani aktivitas. “SIM” atau singkatan dari Surat Izin Mengemudi diperlukan sebagai bukti bahwa seseorang sudah diizinkan oleh pemerintah untuk mengemudikan kendaraannya di jalan raya. Ini merupakan peraturan yang harus ditepati oleh semua orang yang bekendara. Jika seseorang berkendara tanpa memilliki SIM, dipastikan dia akan ditilang oleh polisi karena melanggar aturan lalu lintas.

suasana-pembuatan-sim-dan-stnk-di-daan-mogot-_140821192331-141.jpg

Proses pembuatan SIM http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/16/02/06/o23rhz330-ini-empat-proses-yang-dijalani-difabel-buat-sim-d

Untuk mendapatkan SIM, seseorang harus memenuhi persyaratan dan prosedur tertentu. Misalkan Persyaratan pembuatan SIM perseorangan berikut ini :

Persyaratan Pembuatan SIM Perseorangan

Untuk golongan SIM Perseorangan, ini persyaratan yang mesti dipenuhi:

Batas Usia Minimal

  • SIM A: 17 tahun
  • SIM B1: 20 tahun
  • SIM B2: 21 tahun
  • SIM C: 17 tahun
  • SIM D: 17 tahun

Syarat Administratif

  1. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Mengisi formulir permohonan
  3. Sehat jasmani dan rohani, berpenampilan rapi, dan bersepatu (tidak diperkenankan memakai sandal).
  4. Lulus ujian teori, ujian praktik, dan/atau ujian keterampilan melalui simulator.

Persyaratan Tambahan

Bagi pemohon SIM B1 dan B2, ada syarat tambahan, yaitu:

  • Untuk membuat SIM B1 harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Untuk membuat SIM B2 harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Membayar biaya pembuatan SIM baru

Tentu untuk mendapat SIM harus memenuhi persyaratan dan prosedur diatas. Tapi jika kita analisis, ada beberapa poin yang cukup sulit dipenuhi oleh kaum masyarakat lapisan tertentu, yaitu untuk seorang pelajar tingkat SMA. Poin-poin tersebut adalah pada poin umur dan poin kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kebetulan tahun lalu saya memasuki umur 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA. Pada waktu seperti inilah kami para pelajar sudah membutuhkan kendaraan pribadi untuk memenuhi dan mempemudah segala aktivitas sekolah maupun yang lainnya. Pada umumnya adalah kendaraan sepeda motor. Kendaraan ini termasuk ke dalam klasifikasi SIM C sesuai dengan yang tercantum di web polri. Dan jika dilihat dari persyaratan diatas, seorang pelajar SMA rata-rata berada pada umur 16-19 tahun menurut survei mandiri di sekolah saya.Dan ini membuktikan bahwa pelajar SMA belum tentu bisa mendapatkan SIM kecuali sudah berumur 17 tahun. Ini adalah sal dari survei usia kelas XI pada tahun 2016 di sekolah saya.

No Nama Kelas Tahun kelahiran Umur (tahun)
1. Salma F XI 2000 16
2. Widiati R XI 2000 16
3. Sendy A XI 2000 16
4. Risma R XI 2000 16
5. Kharista D XI 2000 16
6, Salma A XI 16
7. Alma N XI 2000 16
8. Citra M XI 2000 16
9. Veby F XI 16
10. Fani A XI 2000 16
11. Wulan Siti XI 1999 16
12. Gita P XI 2000 16
13. Nazhira F XI 2000 16
14 Hanifah R XI 2000 16
15. Fatni XI 2000 16
16. Yunita XI 2000 16
17. Alifa S XI 2000 16
18. Shofa S XI 2000 16
19. Shabrina S XI 2000 16
20. Dita N XI 16

Tapi faktanya, yang saya lihat ada sebuah pelanggaran dari peraturan pembuatan SIM ini. Pada saat saya kelas XI kemarin,  ada sebuah tawaran dan informasi dari pihak kepolisian mengenai fasilitas pembuatan SIM kolektif yang disampaikan oleh suatu organisasi sekolah ke setiap kelas . Yang aneh disini adalah mereka memberitahu bahwa pihak tersebut akan menerima permohonan pembuatan SIM dari semua siswa tanpa melihat umurnya dan kepemilikan KTP , serta akan mengubah umurnya menjadi lebih tua, agar lolos persyaratan.Dan tentunya ada sejumlah biaya yang harus dibayar. Saat itu saya tidak tahu berapa nominal harga tersebut dan saya juga tidak berniat untuk membuat SIM kala itu karena merasa belum memiliki KTP. Tapi ada juga yang menerima tawaran tersebut. Apakah hal seperti ini dianggap wajar?  padahal mereka ada yang belum memasuki umur 17 tahun. Dengan kesimpulan jika belum berumur 17 tahun berarti belum bisa mendapatkan KTP dan otomatis juga belum bisa membuat SIM. Ada apa disana? Siapakah yang dianggap melakukan pelanggaran dalam konteks pembuatan SIM ini? apakah masyarakat ataukah aparat penyedia layanan pembuatan SIM?

Jika kita lihat dari kasus diatas, kita dapat berhipotesis apa saja faktor yang menyebabkannya itu terjadi. Diantaranya adalah:

  1. Pelajar sudah sangat  membutuhkan SIM tersebut
  2. Persyaratan dan prosedur yang ribet dan membutuhkan waktu yang lama
  3. Pihak berwajib yang kurang tegas

Kemudian ada kasus lain yang mirip dengan kasus diatas tetapi sedikit berbeda, yaitu proses pembuatan SIM dengan cepat dan kerap disebut oleh masyarakat dengan “SIM Nembak”. Apa itu SIM nembak? Istilah ini sudah umum dibicarakan di masyarakat terkait dalam hal pembuatan SIM. Yaitu proses pembuatan SIM yang tidak sesuai dengan prosedur yang seharusnya. Seperti tidak perlu mengikuti tes teori dan tes lainnya karena dianggap ribet dan lama. Dan biasanya biaya yang perlu dikeluarkan lebih besar daripada biaya standar pembuatan SIM. Dan kejadian ini menurut sumber yang saya dapatkan dilakukan oleh pihak berwajib pembuat SIM. Hal ini bisa dikategorikan pungli dan suap menyuap. Ini juga dapat dibuktikan dari sumber lain yang saya dapat dari saudara Imam Herlambang yang beliau utarakan di websitenya https://imamherlambang.com/2013/06/buat-sim-tapi-nembak mengenai kecurangan pembuatan SIM Nembak yang sudah tidak aneh lagi di masyarakat.

Kenapa ini bisa terjadi ?Lalu siapa yang menjadi penyebab dalam kasus seperti ini? Hal ini bisa terjadi oleh berbagai faktor, beberapa diantaranya faktor yang saya cantumkan diatas. Tetapi, aturan tetaplah aturan yang harus dipatuhi semua orang termasuk para aparat. Bukan untuk dilanggar bahkan dijadikan peluang kejahatan.Dan siapa yang salah disini, bisa kita simpulkan tentunya seorang pemohon dan pihak berwajib pembuat SIM. Karena sudah jelas aturan dibuat seperti itu dan harus dipenuhi. Dalam hal ini saya tidak berniat menyalahkan siapapun, tetapi saya berharap dengan sedikit coretan yang saya tulis ini bisa menyadarkan kita semua baik masyarakat ataupun petugas yang melayani masyarakat bersama-sama mengikuti aturan yang sudah berlaku demi menciptakan ketertiban di lingkungan masyarakat. Bukan dilanggar secara bersama sama. Kasus seperti ini termasuk kejahatan suap menyuap dan pemungutan liar juga memiliki kemungkinan bisa merambat ke dalam hal KKN (Korupsi,Kolusi dan Nepotisme) yang meresahkan masyarakat jika tidak segera ditertibkan bersama.

Lalu apa solusinya? Sebagai masyarakat, pertama kita harus mengingatkan dan memberitahu diri kita, teman-teman kita, atau saudara kita mana yang benar khususnya dalam hal pembuatan SIM ini, bahwa untuk membuat SIM kita semua harus memenuhi syarat terlebih dahulu dan mengikuti prosedur dengan benar. Kedua, kita berusaha melakukan hal yang benar, tidak mengikuti alur pelanggaran aturan yang dilakukan oleh oknum manapun termasuk petugas pemerintah serta tidak terlibat dalam perbuatan tercela atau kejahatan seperti suap menyuap. Ketiga, kita berusaha memberi masukan dan saran kepada pihak berwajib yang melanggar aturan.Keempat, kita berusaha untuk melaporkan segala tindakan melanggar aturan dan kejahatan yang dilakukan oleh siapapun termasuk mengenai pembuatan SIM ini kepada pihak yang berwajib. Agar kasus semacam kasus diatas tidak terjadi lagi, dan semua pihak terbebas dari bentuk pelanggaran peraturan apapun khususnya dalam pembuatan SIM serta agar menjaga kenyamanan dan ketertiban masyarakat. Jangan takut! LPSK melindungi!

Sebuah peraturan dibuat untuk dipatuhi bukan untuk dilanggar dan dijadikan peluang kejahatan.

Sebuah peraturan dibuat untuk menertibkan masyarakat.

Sebuah peraturan dibuat untuk menjadi pedoman manusia.

Tapi, kita adalah manusia yang fitrahnya adalah selalu melakukan kesalahan dan kekhilafan. Dengan kesalahan itu, manusia seharusnya dapat belajar untuk menjadi lebih baik. Yang salah adalah manusia yang enggan memperbaiki kesalahannya dan enggan mengakuinya.

Sekian dari saya, mudah-mudahan tulisan saya ini bisa menjadi sebuah cubitan untuk kita semua khususnya diri saya untuk senantiasa belajar menjadi lebih baik, melakukan hal benar,tidak mengulangi kesalahan yang sudah kita lakukan dan yang terpenting adalah bertindak ketika melihat kesalahan. Saya disini berperan sebagai saksi, saya tidak takut untuk mengemukakan sebuah kesaksian saya mengenai semua hal yang dianggap salah yang terjadi di masyarakat. Karena jika kita benar, mengapa mesti takut?Diam bukan pilihan ketika kita melihat sebuah kesalahan yang seharusnya kita laporkan lalu diselesaikan, terutama yang menyangkut masyarakat. Dalam hal ini mengenai kejahatan suap menyuap serta pelanggaran aturan di pihak aparat dan masyarakat dalam pembuatan SIM. Mari kita berantas kasus suap menyuap ! Jangan takut untuk mengemukakan kesaksianmu karena ada tuhan yang melindungi dengan perantara LPSK lembaga perlindungan Saksi dan Korban milik kita semua http//lpsk.go.id. Ayo! diam bukan pilihan! LPSK melindungi! Berani benar berani bertindak!

images (4)

Sumber yang dikutip:

https://www.polri.go.id/layanan-sim.php

https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-sim-dan-biaya-pengurusannya

https://imamherlambang.com/2013/06/buat-sim-tapi-nembak

Tulisan ini dibuat pada bulan Oktober tahun 2017 oleh Nita Sondara

#DIAM BUKAN PILIHAN

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s